Minggu, 13 Oktober 2013

Kisah Sukses Pengusaha Kue, Modal Kecil Omset Besar

Satu lagi kisah sukses dengan modal kecil omset besar, yaitu kisah sukses pengusaha kue. Bacalah, Anda akan terinspirasi.
Tumbuh pesat dalam waktu singkat dan punya potensi besar untuk terus berkembang. Itulah yang menonjol dari bisnis Lapis Bogor Sangkuriang yang dibangun oleh Rizka Wahyu Romadhona (29), . Di balik kelezatan kue lapis yang kini sedang laris manis itu, ada kerja keras, visi, dan kerapian manajemen yang dibangun sehingga mampu membawa bisnis ke tingkat yang lebih tinggi. 

Naluri Bisnis Manajer Telco 
Siang itu, outlet Lapis Bogor Sangkuriang di Jalan Pajajaran Bogor, terlihat penuh sesak oleh pengunjung. Yang mengherankan, meski dikatakan stok habis dan baru akan ada lagi pada pukul 14.00, pengunjung tak beranjak dari toko. Meski untuk itu harus menunggu hingga sejam. “Memang  tiap hari ramai begini,” ujar Rizka, pemilik usaha lapis Bogor. 

Apa yang unik dari kue lapis Bogor ini hingga diburu sedemikian rupa? Kue lapis berwarna kuning dan ungu bertabur keju ini memang lezat dan lembut. Uniknya lagi, dibuat menggunakan tepung talas sebagai bahan utamanya. 

Seperti kita ketahui, talas merupakan bahan pangan yang banyak dijumpai di Kota Bogor. Rizka juga mengemas bisnisnya sebagai oleh-oleh khas Bogor, dengan kemasan boks yang didesain khusus dan premium. Dalam kemasannya dicantumkan lokasi pariwisata di Bogor, untuk lapis Bogor edisi Green Tea, bahkan menyertakan peta Bogor di dalamnya. 

Siapa sangka, wanita yang terjun di bisnis kuliner ini adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi  Sepuluh November (ITS), Surabaya. Lulus kuliah, Rizka sempat berkarier di industri telekomunikasi di bidang electrical engineering. Jabatan terakhirnya sebagai project manager. “Sejak dulu saya sudah sering jualan. Apa saja yang bisa dijual, seperti baju. Lalu, sewaktu masih kerja kantoran, saya jualan bakso,” kenang wanita kelahiran Surabaya, 15 Juni 1984, ini. 

Dari pesanan demi pesanan yang dilakoninya sembari kerja 9 to 5, Rizka yang merintis bisnis bersama suaminya, Anggara Kasih Nugroho Jati (29), sesama almamater ITS,  pun mulai berhitung. “Kalau dijalani free time saja sudah bisa punya penghasilan lumayan, apalagi kalau diseriusin,” begitu pikirnya. Ia pun mantap resign untuk menjalani bisnis bakso. 

Selain membuka booth dengan ukuran 2x3 meter di pusat perbelanjaan, Rizka juga menjadi supplier bakso untuk gerai-gerai bakso. Namun sayang, setelah sekitar 3 tahun berjalan, omzet bisnisnya terus menurun setelah mitranya satu per satu menutup gerai. Rizka pun terpaksa menutup bisnisnya. 

Ia juga harus menanggung kerugian sampai harus menjual mobil, motor operasional, dan menunggak pembayaran angsuran rumah hingga empat bulan.

Dalam kondisi kepepet, Rizka dan suaminya memutar otak untuk merintis bisnis baru. Akhirnya terpikirlah untuk melirik bisnis oleh-oleh. Di mata Rizka, Bogor adalah kota wisata yang potensial. Bisa dipastikan, tiap akhir pekan jalanan di Puncak selalu dipadati kemacetan. Ini adalah salah satu peluang besar untuk digarap. 

“Karena saya dari Surabaya, saya sangat terkesan dengan lapis Surabaya. Lalu terpikirlah untuk membuat lapis Bogor,” ujar Rizka, yang mengaku sebetulnya tak pandai memasak. Sejak itu, Rizka pun menimba resep kue lapis dari ibunya, dan belajar keras untuk mempraktikkannya.
  
Ide membuat lapis sudah didapat. Selanjutnya, Rizka mengkreasikan lapisnya dengan mencari bahan baku lokal yang bisa diangkat. “Banyak sekali bahan pangan khas Bogor, ada peyeum, talas, juga ubi cilembu. Kami mencoba mengangkat talas,” tutur Rizka, yang memulai bisnisnya dengan modal Rp500.000 dan mixer mertua. 

Efisiensi dan Inovasi
Mengenalkan sebuah produk kuliner baru ke masyarakat adalah sebuah pe-er tersendiri. Konsumen pertama Rizka adalah tetangga, teman-teman terdekat, serta kelompok pengajian. Selain pesanan dari teman, Rizka juga gigih memasarkan lapisnya ke instansi pemerintah. 

Rizka memahami, sebagai pebisnis pemula, sangat penting untuk merintis jejaring. Ia pun sering mengikuti pameran-pameran yang diadakan oleh instansi pemerintah. Dari relasi itu, ia bisa masuk ke jejaring Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Rizka pun mendapat izin untuk membuka booth di hotel atau restoran kawasan Puncak yang sedang mengadakan diklat atau meeting. 

Rizka  juga mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk memperbaiki desain kemasan. Sampai kemudian, Rizka bisa membuka gerai sendiri, pada Desember 2011, di Jl. Sholeh Iskandar, Bogor. Kini, Lapis Bogor Sangkuriang punya dua outlet lain, yakni di Jl. Pajajaran, dan Rumah Makan Raffles di kawasan Puncak, Bogor. 

Ketika buka pertama kali, nama lapis Bogor masih awam bagi konsumen. Awalnya mereka hanya mengenal lapis legit atau lapis Surabaya. "Kami mengenalkan lapis Bogor dari talas kepada publik,” ujar Rizka, yang merasa senang sebab lama-kelamaan warga Bogor punya rasa memiliki terhadap produknya.

Pada saat bisnisnya makin menanjak, tantangan Rizka berikutnya adalah pengelolaan SDM. Tak sedikit karyawan yang direkrutnya merupakan anak-anak putus sekolah. Menurut Rizka, persentase anak jalanan, lulusan SD dan SMP yang menjadi karyawannya mencapai 77%. Sisanya adalah lulusan SMK dan ibu rumah tangga. “Kami ingin memberdayakan masyarakat sekitar yang memiliki potensi, namun tidak dapat berkarya di perusahaan formal karena   faktor pendidikan,” ujar Rizka.  

Sulitnya mengatur pekerja ini membuat Rizka sempat kelimpungan dan nyaris menutup bisnisnya. Atas saran teman, ia pun memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan guna membenahi manajemen. Hasilnya, ternyata tak hanya membantu dalam hal manajemen SDM, tetapi juga berhasil mengelola kelangsungan produksi.  

Ungkapan bahwa guru terbesar adalah pengalaman, dialami sendiri oleh Rizka. “Kami mulai membenahi organisasi dengan membuat SOP (standard operating procedures), matriks kompetensi karyawan, dan KPI (key performance indicator) untuk karyawan. Semua kami lakukan dari pengalaman bisnis bakso,” ujar Rizka, yang tengah menyusun tesis untuk S-2 Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).  

Pengalamannya sebagai karyawan yang pernah berada di posisi manajer, mengajarkan bagaimana mengatur orang. Selain pembenahan manajemen dan membangun budaya kerja yang kondusif bagi 114 karyawannya, Rizka juga menerapkan efisiensi di semua bagian. 

“Segala sesuatu ada catatannya. Misalnya,  tiap kelebihan keju 1 gram, dikali harga kejunya sudah berapa. Kalau kami tidak punya catatan seperti itu, tidak akan bisa terdeteksi,” tutur Rizka, yang memegang prinsip ‘Believe is good but check is better’ dalam mengawasi kinerja karyawannya.
  
Keahliannya di bidang electrical engineering  tidak sia-sia. Ia bisa merancang sendiri pelistrikan dan pengaturan daya untuk pabrik barunya. Begitu juga dengan keahliannya membuat program komputer, Rizka bisa merancang sendiri software khusus untuk customer service.  

Pelajaran lain yang diterapkannya, Rizka berusaha tak menggunakan modal pinjaman untuk membesarkan usaha. “Dulu, kami diajari mencari modal menggunakan kartu kredit. Tapi, akibatnya malah terbelit sendiri. Tiap hari dikejar debt collector. Sekarang, semua ekspansi usaha murni menggunakan uang dari hasil keuntungan,” ujar Rizka, yang sekarang enggan menggunakan modal pinjaman, kecuali lewat KPR untuk outlet atau pabrik.
  
Dari skala rumahan, sekarang produksinya sudah mencapai 4.300 kotak per hari, dengan harga per kotak antara Rp25.000 - Rp30.000. Dari modal Rp500.000, sekarang omzetnya mencapai miliaran rupiah per bulan. Itu pun belum memenuhi permintaan pasar yang amat tinggi. Itulah sebabnya, ia masih membatasi pembelian, maksimal 5 kotak per orang, bahkan hanya 2 kotak di akhir pekan. “Pagi buka langsung habis, baru ada lagi pukul 14.00. Masih ada jeda waktu konsumen tidak bisa kebagian,” kata Rizka, menyayangkan.  

Sudah menjadi hukum alam, bisnis yang sukses akan selalu diikuti oleh competitor. Kini sudah ada 8 kompetitor follower lapis Bogor. “Dari pelayanan dan kualitas produk, saya berani bersaing," tutur Rizka, yang produknya sudah mengantongi sertifikat halal dan P-IRT (Produksi Pangan Industri Rumahan).

Bekerja sama dengan IPB, ia juga mengembangkan produknya agar lebih sehat, tanpa bahan pengawet dan terjaga kehigienisannya. Rizka pun menargetkan kapasitas produksi hingga 12.000 boks per hari di tahun ini.

demikian Kisah Cerita Sukses Peluang Bisnis Rumahan Usaha Makanan Membuat Kue, Modal Kecil Omset Besar - Kue Lapis Bogor -
semoga menginspirasi...













Selasa, 01 Oktober 2013

Cara Sukses Berbisnis Baju Online

Mau tau casa sukses berbisnis baju online? Ya, bisnis ini saat ini menjadi alternatif bisnis online yang bisa dilakukan oleh semua orang. Baik laki-laki maupun perempuan, baik bisnis sampingan maupun bisnis utama.


* Kenali harga pasar

Bila barang yang akan kita beli telah beredar di pasaran, akan mudah bagi kita untuk mengetahui berapa harga pasaran barang tersebut. Dengan mengenal harga pasar, kita jadi terhindar dari resiko membeli barang secara grosir dengan harga yang tidak murah. Ini akan berakibat pada besarnya keuntungan yang akan kita peroleh.

* Cari informasi tentang penjual grosir

Kita tidak boleh hanya terpaku pada 1 atau 2 penjual grosir saia. Kita harus mencari banyak informasi mengenai penjual grosir yang menjual barang yang ingin kita beli. Dengan begitu, kita bisa membandingkan harga antara 1 penjual dengan penjual yang lain. Dengan cara seperti ini kita akan mendapatkan harga grosir yang paling murah.

* Perhatikan jumlah minimum pembelian

Kalau memungkinkan, cari penjual grosir yang menerapka minimum pembelian yang tidak teralu banyak. Dengan jumlah minimum pembelian yang tidak terlalu banyak membuat kita lebih leluasa menentukan jenis barang yang akan kita beli sehingga lebih banyak varian barang yang bisa kita beli dengan harga grosir.

* Perhatikan sistem pembelian

Sistem pembelian bisa berupa beli putus, konsinyasi, atau bisa ditukar. Cari pedagang yang menawarkan sistem pembelian yang fleksibel sehingga tidak banyak modal yang hrus kita keluarkan untuk kulakan dan resiko yang harus kita tanggung juga tidak terlalu besar bila ternyata barang yang kita beli tidak laku.

* Cari penjual grosir yang bonafid

Dengan membeli baju grosiran pada penjual grosir yang bonafid akan meghindarkan kita dari hal - hal yang merugikan kita. Seperti: barang yang dijual banyak yang rusak, sistem retur yang kacau, dll

* Cari penjual grosiran yang jaraknya reachable dari lokasi kita

Dengan membeli baju grosiran pada penjual di dekat kita (yang ongkos kirimnya tidak terlampau mahal), maka akan menghemat pengeluaran kita sehingga kita bisa menjual kembali barang yang kita beli tersebut dengan harga grosir.

* Bila berbelanja baju grosiran via online

Bisa saja kita berbelanja baju grosiran via online. Namun kita harus lebih berhati - hati. Belanjalah dalam jumlah sedikit dulu untuk melihat kualitas serta ketepatan waktu kirim. Setelah kita benar - benar yakin dan tidak ada masalah, baru kemudian kita bisa berbelanja dalam jumlah yang banyak

Selamat mengaplikasikan Cara Sukses Berbisnis Baju Online.












Minggu, 15 September 2013

KERJA di Rumah, Yuk..

Meski bekerja di rumah, kita tetap harus memiliki seperangkat kemampuan dan kepribadian untuk meraih sukses.. Asyik, ya, kerja di rumah. Enggak perlu selalu berdandan rapi, tidak terikat jam kerja, serta jauh dari gosip antarkaryawan. 

Nah, sebelum mulai bekerja di rumah, simak dahulu tips berikut. 

Kemampuan Menyelesaikan Masalah 

Bekerja di rumah menuntut kita dapat bekerja secara independen dengan sedikit arahan. Pasalnya, saat bekerja di rumah, kita tidak bisa bertanya ke rekan kerja ketika menemui kesulitan. Di sinilah pentingnya kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik. Jika Anda bukan tipe independen, maka bekerja di rumah tidak cocok untuk Anda. 

Komunikasi 

Biasanya, proses komunikasi pekerja rumahan dilakukan melalui email. Selain koneksi internet yang baik, penting juga untuk segera merespons pesan yang masuk dari klien. Demikian disitat dari My Job Central, 

Motivasi 

Salah satu keuntungan dari bekerja di rumah adalah kita dapat menyusun agenda sendiri. Namun, mereka yang minim motivasi akan terlena dan bersantai sepanjang waktu sehingga penghasilan mereka pun tidak memuaskan. Karena tidak ada atasan yang mengawasi, maka sangatlah penting bagi kita untuk terus memotivasi diri sendiri. 

Teratur 

Keteraturan dapat membantu kita ketika bekerja di rumah. Buatlah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga semua deadline terpenuhi. 

Fokus 

Banyak pengalih perhatian yang dapat mengganggu para pekerja rumahan, seperti browsing internet, bermain dengan binatang peliharaan atau sekadar menonton televisi. Bekerja di rumah menuntut kita untuk fokus pada pekerjaan dan menyingkirkan semua gangguan hingga pekerjaan tersebut rampung.


demikian tips cara sukses kerja di rumah, semoga bermanfaat....









Selasa, 27 Agustus 2013

Cara MENCARI PROSPEK untuk Bisnis Usaha MLM di Indonesia

Tips Cara Terbaru Mencari Prospek untuk Bisnis Peluang Usaha MLM berikut bisa kita coba lakukan dalam memperbanyak downline dan jaringan.

Pada dasarnya orang di Indonesia mengikuti MLM dengan tujuan:
- Mendapatkan keuntungan (menjalankan bisnisnya dengan menjadi distributor)
- Mendapatkan produk berkualitas (rata-rata produk yang dijual secara MLM adalah produk-produk yang memang berkualitas) dengan harga murah (harga distributor selalu jauh lebih murah dibandingkan harga konsumen)
- Untuk pergaulan (ini mungkin untuk orang-orang yang tidak butuh duit, mereka bergabung cuma untuk sosialisasi, ramai-ramai, uang tidak penting buat mereka, mereka hanya senang berteman)
- Mengembangkan diri dan kepribadian (ini sich alasan yang agak jarang, cuma biasanya melalui pelatihan training dari sistem MLM, teman-teman akan merasakan pertumbuhan percaya diri dan perkembangan kepribadian.

Uuntuk sukses di bisnis usaha MLM, biasanya yang sangat berpengaruh adalah kekuatan jaringan, yaitu kualitas dan kuantitas downline kita. Prospek adalah calon yang berminat dengan bisnis mlm kita, yang kemudian bisa jadi member dan bagian jaringan kita. dengan meningkatkan jumlah prospek, tentu akan meningkatkan jumlah downline kita, yang akan meningkatkan jaringan kita.

Cara Mencari Prospek dengan OnLine:
lebih mudah dan praktis, bisa dikerjakan darimana saja.

1. Dengan Website
     makin banyak orang yang mengakses internet. dengan memiliki website, kita bisa panjang lebar membuat artikel penjelasan tentang kelebihan keunggulan bisnis usaha MLM kita, ketika ada teman yang tertarik , tinggal kita beri alamat web tersebut, yang sudah berisi penjelasan bisnis MLM kita.
    selain itu,  sekarang makin banyak MLM yang menyediakan website replika, yakni tiap member/anggota sudah otomatis mendapat web yang berisi penjelasan bisnis usaha yang ditekuni

2. Facebook
    media sosial ini juga sering menjadi media dalam mendatangkan prospek, saat update status promo tentang bisnis usaha MLM kita, akan terlihat di wall facebook teman kita, yang tertarik tentu akan bertanya maupun kirim pesan di inbox


Cara mencari prospek dengan OffLine:
 walaupun agak ribet dan perlu kesabaran, banyak juga prospek calon dowline dan member, yang didapat dari cara ini:

1. Teman sehari hari/saudara
    tentu kita hafal dengan karakter teman dan saudara kita, boleh kita coba tawarkan sekilas tentang bisnis usaha MLM kita, dengan keunggulan yang ada, ceritakan kesuksesan yang bisa diperoleh.

2. Iklan di media
    koran dan majalah masih merupakan media yang banyak dibaca. memasang iklan di media tersebut juga memperbesar peluang mendapat prospek dan calon downline member.

3. Brosur/Flyer/Katalog
   dengan membuat brosur/flyer, yang berisi penjelasan bisnis usaha kita, juga satu cara melebarkan usaha MLM kita. brosur tersebut bisa kita sebar sendiri, atau kita manfaatkan jasa sebar brosur.

4. Stiker di kendaraan
    stiker juga bisa menjadi media promo yang efektif, bisa ditempel di kendaraan kita, jgn lupa lengkapi dengan cara mengontak kita.

5. Kartu nama
    tidak terlalu mahal, tapi juga berfungsi sebagai media promo, ada banyak orang yang bisa tidak sengaja kita temui sehari hari, saat menunggu antrian bank, saat arisan, saat belanja, dsb. siapa tahu jadi akrab, tidak ada salahnya kita beri kartu nama, yang juga mencantumkan sekilas bisnis kita. 


Baik dengan Online maupun Offline, dengan mengenali apa yang menjadi minat seseorang yang sedang kita prospek untuk mengikuti MLM kita akan tahu bagaimana cara menarik merekrut mereka.

Contoh: saat kita bercerita tentang pengalaman kita atau produk, dll saat presentasi, perhatikan bahasa tubuh, mimik muka, dan pertanyaan-pertanyaan prospek.

Bila mereka banyak bertanya tentang penghitungan komisi, bisa jadi mereka tertarik untuk menjalankan bisnisnya.

Bilamana prospek kita sedang bermasalah jerawat, bisa jadi mereka akan lebih banyak bertanya tentang khasiat dan cara kerja obat jerawat kita. Untuk mereka yang ingin menjadi konsumen seperti ini, tidak perlu kita ngotot memaksa mereka menjadi anggota, arahkan saja dulu mereka untuk membeli dan mencoba produknya. Nanti kalau sudah terbukti khasiatnya, tawarkan untuk bergabung supaya dapat membeli dengan harga yang lebih murah.

Bila telah bergabung, carilah kesempatan untuk bersama-sama menjalankan bisnisnya, mengajak lebih banyak orang untuk bergabung. sehingga bisa maju bersama.

Jadi sebetulnya intinya adalah kenalilah apa yang menjadi kebutuhan (apa yang menarik) prospek saat dia mendengarkan presentasi kita, mulailah menekankan segalanya di sana, ulangi bagian-bagian yang menarik minat mereka, tapi jangan paksa mereka.

Ada kalanya prospek harus diberi waktu untuk berpikir. Menghadapi prospek yang perlu waktu begini, bersabarlah, biarkan mereka berpikir beberapa saat (maksudnya sampai beberapa hari bilamana perlu). Dan tinggalkan untuk mereka brosur-brosur serta kartu nama kita untuk bahan pertimbangan dan menghubungi kita saat mereka perlu bertanya sesuatu yang menimbulkan keraguan pada mereka.

Tapi jangan lupa menghubungi mereka kembali (melakukan follow up), ini sangat penting, jangan meninggalkan mereka terlalu lama, supaya mereka tidak melupakan kita.


demikian Tips cara Efektif Mencari Prospek untuk Bisnis Usaha MLM , yang telah terbukti bermanfaat dalam memperbanyak jaringan.

semoga bermanfaat...!












Sabtu, 24 Agustus 2013

Cara BISNIS Usaha makanan KUE KERING rumahan

Panduan tips Cara BISNIS Usaha makanan KUE KERING rumahan berikut bisa kita coba agar sukses bisnis kue kering. Menjalankan bisnis kue kering di Indonesia memiliki prospek yang sangat besar dan menjanjikan mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang mengemil. Apalagi ketika menjelang hari-hari khusus seperti Idulfitri, Natal, dan tahun baru. Penjualannya bisa me lonjak tiga hingga lima kali lipat.

Selain itu, kue kering juga memiliki daya tahan yang cukup lama hingga mencapai 6 bulan—1 tahun sehingga risiko untuk rugi terbilang lebih kecil dibandingkan dengan bisnis kue basah yang hanya bertahan tidak lebih dari 5 hari.

Untuk bisa bertahan menjalankan bisnis yang menjanjikan tersebut termasuk meningkatkan omzet penjualan, Chris Hardijaya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia, punya beberapa tip yang harus dilakukan pelaku usaha.

Pertama, konsisten mempertahankan kualitas dan merek yang dibangun. Dengan naiknya harga-harga bahan baku, akan lebih baik bila pelaku bisnis usaha makanan kue kering rumahan menaikkan sedikit harga dengan tetap menjaga kualitasnya dibandingkan dengan mempertahankan harga, tetapi kualitas kue keringnya merosot.

Kedua, agar konsumen tidak bosan dengan kue kering yang ditawarkan, pelaku bisnis usaha kue kering rumahan harus terus melakukan inovasi dengan mengeluarkan variasi kue rasa baru sehingga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan omzet penjualan.

Ketiga, saat ini masyarakat sudah semakin peduli dengan makanan yang sehat. Pelaku bisnis usaha makanan rumahan perlu memperhatikan hal itu sehingga bisa menjadi poin penting agar kue kering yang dihasilkan dapat tetap diterima masyarakat.

Seperti diketahui, saat ini ada tren-tren kue kering candy pop yang menonjolkan warna-warni. Seperti halnya rainbow cake yang pernah ngetren tahun lalu, jenis kue ke ring candy
pop tersebut diperkirakan tidak bertahan lama.

Apalagi, ketika pelaku usaha justru menggunakan pewarna buatan yang tidak baik bagi kesehatan.

Keempat, yang tidak kalah penting ialah jangan ragu untuk mengubah kemasan menjadi lebih menarik tanpa meninggalkan identitas .

Jika keempat hal itu bisa dijalankan secara konsisten oleh pelaku usaha, bisnis tersebut akan langgeng dan naik daun.

demikian panduan tips Cara BISNIS Usaha makanan KUE KERING rumahan
semoga bermanfaat











Rabu, 21 Agustus 2013

6 Cara Sukses Memulai BISNIS RUMAHAN

makin banyak kisah sukses tentang bisnis yang dilakukan rumahan. dan Sebenarnya tidak semua bisnis rumhan membutuhkan modal besar, Anda bisa memulainya dengan menggunakan potensi yang ada di sekitar Anda sebagai modal usaha. Bila Anda tidak memiliki modal besar, salah satu peluang bisnis yang bisa Anda coba yaitu bisnis rumahan. Memulai bisnis kecil-kecilan dari rumah, bisa membantu Anda menekan biaya operasional sehingga resiko kerugian juga bisa diminimalisir.

Untuk membantu Anda agar tidak takut memulai usaha, berikut kami informasikan tips bagaimana cara memulai bisnis rumahan yang bisa Anda coba.

- Sebelum memulai usaha rumahan, pastikan semua persiapan sudah siap. Mulai dari memilih ide bisnis yang akan dijalankan, persiapkan lokasi yang ingin Anda gunakan (bisa di rumah atau sewa tempat yang tidak jauh dari rumah), target pasar bisnis Anda, sampai peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha. Sehingga bisnis rumahan yang Anda jalankan, dapat berjalan dengan lancar.

- Gali segala potensi yang bisa Anda manfaatkan untuk memulai bisnis rumahan. Gunakan fasilitas yang sudah ada di rumah, dan hindari pembelian fasilitas baru yang tidak terlalu dibutuhkan. Utamakan untuk membeli perlengkapan yang produktif, untuk meminimalisir biaya operasional.

- Walaupun usaha Anda dilakukan di rumah, namun kelola bisnis tersebut secara professional. Tentukan beberapa jam Anda menjalankan bisnis, serta bedakan jam kerja dan jam untuk  mengurus keluarga. Selain itu, hal yang tidak kalah penting yaitu memisahkan uang usaha dengan uang keluarga. Kelalaian pelaku usaha yang paling sering adalah menggabungkan uang usaha dan uang pribadi, jadi perkembangan usaha juga terhambat.

- Jika Anda membutuhkan tenaga kerja untuk membantu operasional usaha, lebih baik rekrutlah masyarakat yang ada di sekitar Anda. Misalnya saja anggota keluarga atau tetangga rumah Anda, hal ini akan memudahkan Anda dalam membangun kerjasama tim. Meskipun dari lingkungan terdekat, namun tetap lakukan seleksi untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar berkualitas.

- Selanjutnya yang harus Anda pikirkan adalah strategi pemasaran produk. Anda bisa mulai memasarkannya dengan promosi yang tidak memakan banyak biaya namun cukup efisien. Misalnya saja dengan menawarkan door to door pada tetangga rumah, atau membawa produk Anda setiap Anda keluar rumah. Seperti saat mengikuti arisan, kumpul keluarga, atau saat mengantar dan menjemput anak sekolah. Mempromosikan produk Anda dari mulut ke mulut, bisa Anda jadikan sebagai langkah awal mengenalkan produk. Sebelum akhirnya Anda mengembangkan pasar yang potensial.

- Action!!!! Setelah semua perencanaan tersusun dengan matang, selanjutnya adalah LAKUKAN. Jangan hanya besar angan tapi NOL tindakan, kesuksesan memulai bisnis rumahan tidak dapat terwujud jika Anda tidak berani mencoba. Lebih baik gagal dalam melangkah, daripada gagal untuk mencoba.
Itu dulu tips bisnis rumahan dari kami, semoga bisa membantu Anda yang ingin memulai usaha dari rumah. Jangan terbiasa menjadi penonton, buatlah sejarah agar Anda bisa menjadi panutan. Yakinkan diri Anda untuk mulai Action dari sekarang, karena tidak menutup kemungkinan bisnis rumahan bisa mengantarkan Anda menjadi jutawan. Selamat mencoba dan salam sukses.














Minggu, 18 Agustus 2013

BISNIS SALON KECANTIKAN - 5 Panduan Memulai Usaha

Memulai Peluang bisnis usaha salon kecantikan juga perlu perencanaan yang matang.  bagi sebagian wanita, perawatan kecantikan di salon merupakan hal yang vital. Banyak wanita yang punya uang pas-pasan rela menduakan kebutuhan lainnya demi perawatan tubuh agar bisa tampil maksimal, cantik nan mempesona, entah untuk kebanggaan suami, dikagumi pacar dan teman, atau sebagai daya dukung agar bisa tampil smart di kantor. 
Semakin banyaknya wanita yang ingin melakukan perawatan tubuh pada tangan-tangan yang profesional dan kian meningkatnya kesibukan sebagian wanita, maka hal tersebut merupakan peluang bisnis bagi kita untuk membantu mereka agar tetap tampil cantik dengan memberikan jasa melalui salon kecantikan yang kita bangun.

 Bagi anda yang hendak berencana membuka usaha salon kecantikan, ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan :

1. Ikut Kursus Keahlian
Jika anda sama sekali belum pernah belajar tentang bagaimana cara merawat tubuh dan  memaksimalkan penampilan seseorang, maka sebaiknya anda ikut kursus kilat terlebih dahulu. Dengan memiliki sertifikat keahlian, maka anda akan dianggap bisa lebih dipercaya sebagai orang yang mampu menangani para pelanggan salon anda. Untuk kursus salon tersebut, lama waktu tergantung paket ursus yang anda pilih, ada yang kursus satu minggu (20% teori - 80% praktik), tiga bulan, enam bulan, atau juga yang satu tahun. Pilihlah sesuai dengan budget (anggaran) anda. Biaya kursus yang dibutuhkan tergantung lembaga kursus yang anda ikuti (Rp. 500.000 – 5 jutaan).  Namun bila saat ini anggaran anda belum mencukupi untuk ikut kursus, anda bisa menyiasatinya dengan cara bekerja di salon kecantikan, atau mencari informasi untuk ikut pelatihan yang diberikan oleh lembaga-lembaga pemerintah, seperti dinas sosial dan lembaga perempuan di daerah anda. Biasanya biaya yang dikeluarkan lebih murah, bahkan ada yang cuma – cuma.

2. Memilih Tempat Usaha
Langkah berikutnya adalah menyiapkan tempat ruangan yang nyaman. Gunakanlah warna cat yang sesuai dengan konsep tema yang ada pada salon anda. Warna putih cerah atau pink biasanya banyak digunakan oleh para pengusaha salon yang telah sukses. Jika anda tidak dapat membangun ruang baru, atau tidak tersedianya  tempat untuk disewa, anda boleh mencoba menggunakan salah satu ruangan di rumah anda.

3. Menyiapkan Bahan dan Peralatan
Beberapa peralatan minimal yang anda mesti persiapkan antara lain :
Interior salon, dengan perician sebagai berikut :
Pengecatan tembok dan penyediaan partisi-partisi, Hiasan-hiasan dinding, Lemari dinding, Persediaan air (air panas dan air dingin), Lampu-lampu biasa dan lampu hias.
Peralatan dan bahan, rinciannya :
Kursi salon khusus : 3 unit @ Rp 1.000.000
Pemanas rambut jika diperlukan : 1 unit @ Rp 2.000.000
Hairdryer : 3 unit @ Rp 300.000
Dipan tempat facial : 2 unit @ Rp 2.000.000
Meja dan pancuran cuci rambut : 2 unit @ Rp 1.500.000
Cermin besar : 3 unit @ Rp 300.000
Troley peralatan salon : 1 unit @ Rp 1.000.000
Lemari etalase kaca : 1 unit @ Rp 2.500.000
Peralatan salon berupa sisir, set manicure-pedicure, gunting, handuk : 1 Unit @ Rp 2.000.000
Bahan – bahan salon (shampoo, tonic, cream, pelembab, dll) : 1 paket @ Rp 5.000.000

4. Tips Selanjutnya
Setelah anda mempunyai skill yang cukup, tempat usaha dan peralatan yang sudah standard, maka langkah berikutnya adalah promosi, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan terus mengikuti trend model penampilan, gaya, kecantikan, dan wawasan tentang penggunaan obat kecantikan di salon anda.

5. Usaha Tambahan
Untuk melengkapi dan menambah kesan profesionalitas usaha salon anda, maka anda bisa menambahkan beberapa usaha plus untuk menunjang penghasilan anda, misalnya penyewaan pakaian dan rias pengantin, menambah fasilitas spa pijat dan kesehatan, atau juga membuka kursus salon bagi para pelajar putri.

Demikian sekilas tentang kiat membangun bisnis salon kecantikan