Minggu, 27 Mei 2012

Lulusan Luar Negeri pun Melakukan Segenap Usaha untuk Mencari Lowongan Kerja


Sudah menyebarluaskan lamaran ke ratusan perusahaan? Sudah menghadiri puluhan wawancara tapi tidak kunjung dipanggil? Mencari pekerjaan memang luar biasa sulit bagi sarjana muda. Jangankan begitu, mahasiswa yang ingin mencari magang saja kadang susahnya bukan main.

Pengalaman beberapa orang berikut ini mungkin bisa jadi pencerahan. Inilah kiat sukses supaya bisa langsung bekerja setelah (bahkan sebelum) lulus kuliah, seperti dilansir dari CNN (28/5/2012)


1. Bangun relasi dimana saja


Nama: Katie Williams
Jurusan: Teknik kimia
Kampus: University of Tulsa, Oklahoma

Katie mendapat panggilan wawancara magang gara-gara naik pesawat dari Houston. Dia berbincang-bincang dengan sesama penumpang. Ternyata penumpang ini sama-sama insinyur dan merekomendasikan sederet nama perusahaan. Kemudian dia mengirim CV ke semua perusahaan itu, salah satunya Honeywell.

Dia pun diterima magang di sana. Kemudian dia disarankan melamar untuk sebuah posisi full-time di Honeywell. Katie pun jadi mahasiswa pertama yang dapat pekerjaan tetap di kelasnya sebelum wisuda.

2. Ubah Magang Jadi Pekerjaan Tetap


Nama: Ron Duenas
Jurusan: Marketing
Kampus: Central Connecticut State University

Awalnya Ron kerja part-time sebagai representatif layanan di First New England Federal Credit Union. Kemudian dia minta apakah boleh magang di departemen marketing.Perusahaan ternyata menyambut baik. Menurut Ron, membina hubungan baik dengan perusahaan sangat menolong.

Karena bisa membuktikan kemampuannya selama magang, perusahaan menganggap Ron sebagai aset. Dia pun ditawari kerja tetap di departemen marketing setelah lulus kuliah.


3. Melakukan Riset Sebelum Wawancara


Nama: Cynitresse S. Carter
Jurusan: Akunting
Kampus: Alcorn State University, Mississippi

Saat wawancara di Morgan Stanley, Cynitresse diberitahu kalau banyak pelamar tidak bisa menjawab ketika ditanyai alasannya ingin bekerja di situ. Pewawancara tersebut mengatakan, kita harus selalu meriset perusahaan yang ingin kita lamar.

Cynitresse kemudian mempelajari laporan keuangan tahunan Morgan Stanley dan membaca berbagai artikel tentang mereka. Setelah lima kali wawancara, dia berhasil menjadi salah satu dari 10 peserta wealth management branch analyst program. Menurutnya, dia bisa berhasil karena memahami perusahaan dan bisa mendeskripsikan dirinya sendiri.


4. Manfaatkan Koneksi Alumni


Nama: Brett Sorenson
Jurusan: Akunting, finance dan bisnis administrasi
Kampus: Augsburg College, Minnessota

Brett aktif di klub basket Augsburg, bahkan dia menjabat sebagai kapten tim. Kemudian dia ditawari wawancara di perusahaan peralatan kesehatan yang dimiliki seorang alumni tim basketnya. Dari sinilah dia mendapat pekerjaan tetap pertamanya selepas kuliah.


5. Referensi Orang Dalam


Nama: Kishen Ratilal
Jurusan: Teknik industri
Kampus: University of Illinois di Urbana-Champaign

Saya berhasil dapat pekerjaan di Intel sebagai insinyur industri berkat koneksi. Saya bisa mendapat panggilan wawancara magang karena referensi seorang teman yang kerja di Intel Malaysia. Kemampuan wawancara saya juga terlatih karena sudah puluhan kali melakukan wawancara kerja meski tidak diterima. Mereka ternyata suka kinerja saya selama magang, kemudian ditawari full-time beberapa minggu sebelum masa magang berakhir.


6. Perbanyak Pengalaman Magang

Nama: Jane Intrieri
Jurusan: Jurnalisme
Kampus: DePaul University, Illinois

Sebelum lulus, Jane sudah magang di tiga tempat berbeda tanpa bayaran. Jane pernah magang di dua stasiun radio lokal Chicago dan sebuah firma public relations (PR) TriCom. Tiga bulan sebelum lulus, dia melamar 100 pekerjaan lebih tapi hanya dapat 2 panggilan. Akhirnya dia ditawari BlueBolt Solutions, sebuah agensi pengembang web interaktif di Chicago. Mereka terkesan dengan pengalaman magang Jane, terutama di TriCom.


7. Kenali Perusahaan dari Kompetisi


Nama: Ryan Jabs
Jurusan: Manajemen Konstruksi
Kampus: Roger Williams University, Rhode Island

Semasa kuliah, Ryan jadi kapten tim kompetisi manajemen konstruksi. Dua tahun ikut kompetisi, juri divisinya merupakan perwakilan KBE Building Corporation. Ketika mendengar KBE buka kantor di Maryland, Ryan coba melamar dan segera dipanggil wawancara. Sekarang Ryan sekarang bekerja di KBE sebagai project engineer dengan gaji sekitar US$ 55.000.


Rabu, 16 Mei 2012

Perjalanan Sukses APOTEK K-24


Suatu ketika Gideon membutuhkan obat pada tengah malam, hampir seluruh ruas kota Jogja telah Ia kelilingi untuk mencari apotek yang masih buka. Ternyata sangatlah sulit untuk menemukannya, hingga pada akhirnya Gideon menemukan sebuah apotek yang masih buka, namun harga obat yang ditawarkan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga obat normal pada siang hari. Pengalaman inilah yang menginspirasi Gideon yang saat itu masih praktek sebagai dokter di salah satu puskesmas di Jogjakarta, untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai ladang bisnis.

Melihat kondisi pasar yang cukup mempersulit masyarakat untuk mendapatkan obat pada malam hari atau pada hari libur, sebagai seorang dokter hati Gideon mulai tergerak untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan membuka Peluang Usaha bisnis apotek yang melayani pembelian obat selama 24 jam non-stop tanpa mengenal hari libur. Dan tepat pada tanggal 24 Oktober 2002, cita-cita sang dokter untuk melayani kebutuhan obat bagi para konsumennya selama 24 jam non-stop dengan harga yang sama murahnya (baik pagi, siang, sore atau malam hari) akhirnya dapat diwujudkannya.

Gideon mengawali Peluang Usaha bisnis apotek dengan membuka gerai pertamanya di Jalan Magelang yang mengusung brand “Apotek K-24”. Huruf K pada brand tersebut memiliki arti komplit atau lengkap, sedangkan angka 24 menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa apotek tersebut buka selama 24 jam non-stop termasuk juga pada hari-hari libur nasional. Besarnya kepedulian Gideon terhadap kesehatan masyarakat ternyata tidak sia-sia, kehadiran apotek K-24 di tengah masyarakat disambut konsumen dengan respon yang sangat positif. Sehingga belum genap satu tahun berjalan, bapak dua anak ini berhasil mendirikan apotek yang sama di beberapa tempat lain. Yakni pada tanggal 24 Maret 2003 di Jalan Gejayan (sekarang berganti nama Jalan Affandi) dan pada tanggal 24 Agustus 2003 Ia membuka gerai di Jalan Kaliurang.

Sebelumnya suami dari drg. Inge Santoso Sp Ort ini tidak pernah menyangka bila Peluang Usaha bisnis apotek yang dijalankannya bisa berkembang dengan sangat pesat, dalam hitungan waktu yang cukup singkat. Namun keberhasilan yang Ia peroleh, tidak lantas membuat dr.Gideon berbangga diri dan berhenti mengembangkan usaha apoteknya. Keberhasilan tersebut justru mendorong semangat lelaki asli Jogja ini untuk lebih mengembangkan bisnisnya hingga tembus pasar nasional bahkan menjangkau pasar ASEAN. Impian inilah yang sebentar lagi akan direalisasikan dr.Gideon bersama apotek K-24. Melalui sistem kemitraan franchise, kini gerai apotek K-24 telah tersebar di berbagai daerah dengan taglinenya yang sangat unik yaitu “K-24 dari Jogja untuk Indonesia”.

Semoga informasi profil pengusaha sukses apotek k-24 mewabah ke berbagai daerah ini semakin meningkatkan motivasi bisnis para pembaca untuk segera bertindak dan merintis sebuah usaha. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah, mulailah dari sekarang





Minggu, 13 Mei 2012

Beromset minimal 1 M/bulan, Sukses Songkok AWING berawal dari Stan 4x6 meter


Menurut Anwar,  sejarah Awing dimulai pada 1986. Saat itu, dia punya teman yang sedang  bingung mencari pekerjaan. Karena Anwar sudah lebih dahulu merintis  usaha di bidang jasa ekspedisi barang dan developer perumahan, dia pun  menawari temannya tadi untuk ikut mengembangkan dua usaha tersebut.  Tapi, teman saya tadi tidak mau. Dia merasa tidak punya keahlian di  sektor properti dan tidak bisa nyopir truk-truk ekspedisi saya,  tambahnya. 

Akhirnya, karena di kampungnya banyak yang menjadi  perajin songkok, Anwar menawari temannya tadi untuk ikut memulai Peluang bisnis Wirausaha songkok.  Tapi, saya suruh dia untuk bikin produk yang lain daripada  yang lain. Harus lebih bagus dari yang sudah ada, terang ayah empat  anak tersebut. 

 Setelah dua bulan dibiarkan melakukan eksperimen,  ternyata temannya tadi berhasil membuat satu bentuk songkok spesial.  Yakni, songkok tanpa kertas.  Waktu itu, tidak ada satu pun songkok  yang dibuat tanpa disertai kertas. Tapi, Awing berhasil menjadi penemu  songkok tanpa kertas,  tambahnya.

 Insting bisnis Anwar pun  muncul. Karena terpikat dengan songkok buatan temannya tadi, Anwar  mencoba untuk lebih serius menekuni bisnis tersebut.  Saya masih ingat,  modal awal yang saya kucurkan Rp 10 juta dan satu unit mobil Carry  sebagai kendaraan operasional, ; ujarnya. Selanjutnya, Anwar mulai  menata manajemen dan sumber daya manusia untuk unit usaha barunya  tersebut. 

 Hal pertama yang dia lakukan adalah mencari lokasi produksi. Anwar pun mengontrak sebuah rumah kecil di dekat rumahnya.  ;Kecil   Paling luasnya hanya 4 x 6, ; terangnya. Dengan empat orang pekerja  awal, Anwar dan temannya tadi mampu memproduksi 120 unit songkok per  hari. 

 Namun, persoalan muncul ketika songkok-songkok tersebut  siap diedarkan.  ;Teman saya tadi tanya, apa nama songkok ini? ; kata  Anwar. Karena temannya tadi yang memulai pertama, Anwar terpikir untuk  menjadikan nama temannya itu sebagai merek songkok tersebut. Menurut  Anwar, nama asli temannya itu sebenarnya bukan Awing. Tapi, karena  wajahnya mirip orang Tiongkok, dia sering dipanggil dengan sebutan  Awing.  ;Sudah, kasih nama Awing saja. Lambangnya pakai gambar  wajahmu, ; kata Anwar kepada temannya waktu dulu. Karena itu, jangan  heran jika di setiap kemasan songkok Awing sekarang, terpasang sketsa  kepala manusia yang sedang memakai songkok.  ;Ya, itulah wajah si  Awing, ; ungkap Anwar. 

 Setelah semua siap, Anwar menginstruksikan  untuk mulai memasarkan songkok Awing hingga ke ujung timur Jawa,  Banyuwangi. Sementara itu, untuk ke barat, tim pemasaran Awing sampai di  Sumatera.  ;Mulanya kami konvensional saja. Kami titipkan ke toko-toko  di pasar. Beberapa waktu kemudian, kami datangi lagi untuk melihat  hasilnya, ; ujar Anwar. 

 Ternyata, respons masyarakat lumayan  bagus. Meski harganya tergolong mahal, jumlah pesanan terus meningkat.  Anwar membandingkan, saat itu harga songkok di pasaran pada umumnya Rp  3.000. Tapi, Awing berani mematok harga Rp 10 ribu.  ;Mahal memang.  Tapi, kami tidak main-main dengan kualitas. Seingat saya, waktu itu  belum ada songkok tanpa kertas, ; ujarnya. 

 Karena menilai  prospeknya cukup cerah, Anwar kian serius mengembangkan peluang wirausaha Awing. Dua tahun  setelah membuka usaha, jumlah pekerja Anwar bertambah menjadi 10 orang.  Dia juga akhirnya membeli dua rumah di samping kontrakan awal tadi  untuk kemudian dijadikan gudang dan lokasi produksi yang baru. Total  produksi pun meningkat 100 persen lebih. Pada masa itulah, Awing mulai  menancapkan namanya di dunia bisnis songkok Indonesia. 

 Ketika  ditanya apa rintangan ketika awal-awal merintis usaha, Anwar mengaku  tidak mengalami hambatan yang berarti.  ;Rintangan pasti ada. Terutama  cibiran dari pengusaha songkok lainnya yang mengejek produk songkok  tanpa kertas. Juga harga yang kami tawarkan dinilai terlalu mahal. Tapi,   kami bisa melaluinya dan bahkan orang-orang tadi balik memuji keberhasilan kami, ; ujarnya. 

 Tidak hanya itu, Awing juga akhirnya menjadi trend setter produk songkok. Buntutnya, demi memenuhi pesanan yang makin melonjak,  Awing mulai membuka kantor perwakilan di Jakarta dan Semarang. Selain  itu, Awing mendirikan pusat distributor di Makassar dan Medan. 

 Kira-kira  apa resep usahanya?  ;Yang penting, ditata dulu manajemennya, ; jawab  Anwar. Produksi songkok-songkok tadi juga dilakukan dengan kualitas dan  bahan yang asal-asalan.  ;Bahan baku beludru Awing ini kami impor dari  Amerika dan Korea lho, ; kata Anwar. 

 Tak ayal, berkat  ketekunan dan kerja kerasnya, kini Awing menjadi produsen songkok yang  sangat besar. Dalam sebulan, Awing bisa menghasilkan kurang lebih 300  ribu unit songkok. Jumlah pekerjanya juga lumayan, yakni 300 orang.  Belum lagi, Awing juga membina puluhan<em> home industry songkok di sekitarnya. 

  ;Bedanya  dengan songkok lain, Awing selalu memproduksi setiap bulan. Sementara  itu, industri songkok yang lain mungkin hanya ramai kalau mendekati  puasa, ; ujarnya. Karena itu, tak heran jika omzet yang diraih peluang wirausaha Awing  rata-rata Rp 1 miliar per bulan. Bahkan, jumlah itu bisa meningkat  hingga 400 persen selama empat bulan menjelang Ramadan. 











Sabtu, 05 Mei 2012

Cara Ampuh dan Efektif 'Mengkritik' Anak Buah


Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Jika orang tersebut adalah orang terdekat atau yang berada di lingkungan Kita, atau malah 'Anak Buah' kita, tentunya kita ingin memberikan kritik yang membangun untuknya. Dengan maksud, 'anak buah' tersebut tidak lagi mengulangi kesalahan sama di masa mendatang, dan bisa memperbaiki kesalahan yang sudah terjai.

Namun pada kenyataannya, tidak semua orang bisa menerima kritik. Ada yang menanggapinya secara dingin, acuh tak acuh, atau bahkan berbalik membenci Anda. Untuk menghindari hal-hal tersebut, kita perlu mengetahui teknik melontarkan kritik tidak langsung kepada orang di sekitar kita, termasuk bawahan yang masuk dalam kategori sensitif.


Fase 1: Anda Sudah Bagus lho..

Pada Fase awal ini Anda diwajibkan untuk memberikan pujian secara tulus atas segala hal positif yang telah ia lakukan selama ini. Katakan padanya bagaimana Anda menghargai hasil jerih payahnya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, berkerja dengan penuh tanggung jawab, datang tepat waktu, dan lain sebagainya.

Dalam fase ini, semua yang keluar dari mulut Anda adalah hal-hal positif yang berhubungan dengan pekerjaannya sehari-hari termasuk juga hal-hal yang nantinya akan Anda kritik.

Jika Anda dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan bagi Anda untuk melihat hal-hal positif dalam pekerjaannya, mungkin saja karena Anda memang masih seringkali berfokus pada mencari-cari kesalahannya saja. kita perlu sebentar lebih fokus pada hal positifnya, Perlu Anda sadari, semua manusia pasti ada hal baiknya lho, tinggal kita mencari dan menunjukkannya.


Fase 2: Bagaimana agar lebih baik?

Ini adalah Fase Utama, karena saat Kita Memberikan Solusi Selain Mengkritik , pada keadaan ini, sekaligus menunjukkan kalau kita memang layak menjadi pemimpin Mereka , karena bisa mencarikan solusi.

Pada fase ini kita bisa mengajaknya untuk bersama-sama mencari cara untuk meningkatkan hal-hal  yang akan kita 'sentil' tadi agar lebih baik lagi. Misalnya, kita Bisa juga berkilah baru saja membaca sebuah artikel tentang cara meningkatkan loyalitas pelanggan, atau barusan terlintas dalam pikiran kita kalau hal yang kita 'sentil' kayaknya bisa Lebih baik kalau kita melakukan ini dan itu, dan lain sebagainya, sesuai dengan hal yang ingin Anda kritik.

Dengan mengunakan trik ini, kita mengarahkan bahwa Fokus Pembicaraan adalah tentang artikel atau tentang ide kita, jadi fokus pembicaraan dan posisi kesalahan bukan berada di pundaknya, Hal ini akan  sangat berpengaruh jika 'anak buah' kita adalah orang dengan Ego yang tinggi, atau yang Super sensitif,  atau dengan tingkat Percaya Diri yang Rendah, sehingga lebih mudah baginya untuk menuruti Anda karena tidak bersingunggan langsung dengan egonya.

sebagai contoh, misalkan anak buah kita bagian Divisi Pemasaran terkesan lambat, dan cuma beriklan di koran saja, mungkin kita bisa 'menyentil' dengan kata2: "iklan kita di koran bagus juga, tapi sepertinya bisa lebih laku lagi kalau kita membuat brosur dan menyebarkannya ke beberapa tempat, bagaimana kalau kita coba itu bulan depan...?"

jadi kita tidak fokus ke kerja mereka yang lambat dan itu itu saja, tapi fokus pembicaraan adalah mencoba ide kita menambah strategi pemasaran


Selamat mencoba dan Semoga Bermanfaat, karena hasil akhir yang berkwalitas dimulai dengan implementasi yang berkwalitas





Jumat, 04 Mei 2012

Sukses ADIDAS diawali dari Industri Rumahan


Adidas Sudah Terkenal dengan berbagai Produk berkualitas di bidang Olahraga. Namun Industri sukses ini ternyata diawali dari industri Rumahan. Sejarah merk sepatu yang sangat terkenal ini dimulai pada tahun 1920 oleh Adi (Adolf) Dassler di ruang cuci milik Ibunya. Waktu itu Adi Dassler membuat proyek kecil-kecilan dengan membuat sepatu olahraga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkannya, akhirnya bisnis kecil-kecilan tersebut mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adi Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan "Dassler Brothers OGH" yang nantinya menjadi cikal bakal Adidas sekarang.


Komitmen Adi Dassler pada kualitas, membawa Dassler Brothers sebagai produsen sepatu berkualitas tinggi, sehingga sering dipakai oleh atlit-atlit legendaris masa itu untuk Olimpiade. Puncak keterkenalan sepatu Dassler Brothers adalah ketika Jesse Owen menjadi atlit paling sukses pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dengan mengenakan sepatu buatan Dassler. 


Pada tahun 1948, Adi dan Rudolf memutuskan untuk berpisah dan masing-masing membuat merk sepatu sendiri. Rudolf membuat merk sepatu 'Puma' sedangkan Adi membuat merk 'Adidas.' Pengambilan nama Adidas berasal dari nama Adi Dassler dengan menggabungkan nama depan Adi dan satu suku kata nama belakang Dassler yakni 'das' sehingga menjadi kata 'Adidas'. Sekadar informasi bahwa nama asli dari Adi Dassler adalah Adolf Dassler, tapi orang Jerman sering memanggil nama Adolf sebagai Adi. Didukung oleh kemajuan bidang penyiaran dan pertelevisian, adidas menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade atau sepakbola, karena logo 3 stripes mereka mudah dikenali dari jauh. Ia pun mendafarkan logo 3 stripes sebagai trademark dari adidas. 3 stripes yang diciptakan agar kaki stabil, namun akhirnya menjadi logo.


Penggunaan logo Adidas sendiri baru dipergunakan pada sekitar tahun 1948, pada saat dua bersaudara Dassler tersebut berpisah. Secara visual, logo Adidas hanya berupa huruf Adidas, dengan nama Adolf Dassler diatasnya serta ilustrasi sepatu ditengahnya. Dengan merk ini, sepatu buatan Adi Dassler mencapai titik kesuksesannya, dengan diakuinya merk sepatu Adidas diajang pesta olahraga dunia seperti Olimpiade Helsinki, Melbourne, Roma dan lainnya. Serta saat itu tim sepakbola Jerman menjadi juara dunia sepakbola dengan menggunakan sepatu Adidas.



Pada tahun 1972, logo Adidas mengalami perubahan yakni dengan menggunakan konsep 'Trefoil Logo', yaitu logo dengan visual tiga daun terangkai. Konsep tiga daun ini memiliki makna simbolisasi dari semangat Olimpiade yang menghubungkan pada 3 benua. Sejak saat itulah Adidas menjadi sepatu resmi yang dipergunakan pada even Olimpiade diseluruh dunia. 

Akhirnya setelah bertahun-tahun berjaya dan mengalami liku-liku perkembangan usaha, pada tahun 1996, Adidas mengalami modernisasi dengan menerapkan konsep 'We knew then - we know now' yang kurang lebih menggambarkan kesuksesan masa lalu dan kejayaan hingga kini. Adapun logo baru yang digunakan secara visual berupa tiga balok miring yang membentuk tanjakan yang menggambarkan kekuatan, daya tahan serta masa depan. Sejak saat itu logo Adidas tidak pernah mengalami perubahan, serta masih berjaya hingga saat ini.



Minggu, 29 April 2012

STARBUCKS COFFE, Contoh Sukses Memaksimalkan Warung Kopi


Diawali dari kerjasama tiga sa­habat, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker pada 1971 di Seattle, Washington, Amerika Serikat. 

Seorang salesman plastik Howard Schultz memang bertekad kuat. Tahun 1981, Howard Schultz menyadari plastik digunakan oleh Starbucks berasal da­ri perusahaannya, Hammarplast. Howard Schultz akhirnya bergabung ke Starbucks. 

“Secangkir kopi satu setengah dollar? Gila! Siapa yang mau? Ya am­pun, apakah Anda kira ini akan ber­hasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah me­­ngeluarkan satu setengah dolar untuk kopi,” itulah sedikit dari sekian banyak cacian yang diterima Howard, saat mencetuskan ide untuk mengubah konsep penjualan Starbucks. 

Dalam buku otobiografinya yang di­tu­lis bersama dengan Dori Jones Yang- Pour Your Heart Into It. Bagaimana Starbucks membangun sebuah Per­usaha­an secangkir demi secangkir-Howard menceritakan bagaimana ia merintis “cangkir demi cangkir” dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia. 

Awalnya, Howard Schultz adalah seorang general manager di sebuah per­usaha­an bernama Hammarplast. Suatu kali, ia datang ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowker sebagai pendiri awal Starbucks. Duo tersebut memang dikenal sangat giat mempelajari tentang kopi yang berkualitas. 

Howard pun memutuskan berga­bung dengan Starbucks, yang kala itu ba­­ru berusia 10 tahun. Ia pun segera bi­sa dekat dengan Jerry Baldwin. Sa­yang, hal itu kurang berlaku dengan Gordon Bowker dan Steve, seorang investor Starbucks baru.  Meski begitu, Howard tetap berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide pembaruan untuk membesarkan Starbucks. 

Suatu ketika, Howard Schultz da­tang dengan ide cemerlang. Ia men­de­sak Jerry untuk mengubah Starbucks menjadi bar espresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan dan pertengkaran yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Jerry menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang ter­je­rumus dalam utang sehingga tidak akan mampu membiayai perubahan. 

Howard pun lantas bertekad men­diri­kan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, ia tidak mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian mem­buatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan menjadi bagian ke­seharian yang harus dihadapinya. 
Impiannya terwujud, bahkan de­­ngan uang yang terkumpul dari usahanya, ia berhasil membeli Starbucks dari pen­­dirinya. Namun, kerja keras itu tak ber­henti dengan terbelinya Star­bucks.

“Anda harus sangat sabar dalam menghadapi penderitaan! Anda harus bekerja begitu keras dan memiliki an­tusias­­me yang begitu besar terhadap suatu hal sehingga hal-hal lain dalam hidup anda terpaksa dikorbankan.” ujarnya.
 Saat terjadi akuisisi, ia mendapati ba­nyak karyawan yang curiga dan me­­­mandang sinis perubahan yang di­bawanya. Tetapi, dengan sistem ke­­ke­­luargaan, ia merangkul karyawan dan bah­kan memberikan opsi saham se­hing­ga sense of belonging karyawan makin tinggi. Dibantu dengan CEO yang diperbantukannya, Orin C Smith, Ho­ward berhasil mengembangkan per­usahaannya ke banyak negara.

Berpikir Positif Pada Hidup
Howard Schultz dikenal pekerja keras dan mengutamakan disiplin. Salah satu yang kebiasaan uniknya adalah tidak tidur malam lebih dari empat jam dan teratur bersepeda (olahraga). Ini di­anggapnya mendukung kesuksesan-ke­suksesan dalam hidupnya.

Lahir pada tahun 1952 di Seattle, Amerika Serikat. Howard Schultz la­hir dalam keluarga yang sederhana, na­­mun mempunyai pandangan yang baik tentang kehidupan. Namun nasib Howard Schultz cukup bagus karena dapat melanjutkan pendidikan hingga universitas. 

Untuk membantu biaya sekolahnya, Howard Schultz melakukan kerja sam­pingan. Pekerjaan Howard Schultz ti­dak menetap dan sering gonta-ganti pe­kerjaan. Hingga akhirnya Howard Schultz bekerja di perusahaan Perstop yang merupakan produsen peralatan dapur, hingga menjadi pimpinan di per­usahaan tersebut. Howard Schultz mempunyai hobi melancong ke luar kota dan bahkan ke negara lain sambil mengamati karakter dari orang-orang yang dia singgahi. Pada tahun 1963, Howard Schultz melancong ke kota Milan, Italia. Ketika bersantai di kota itu, tiba-tiba terbersit ide birlian untuk bisnis kopinya. 

Inspirasi ini muncul ketika dia me­nya­dari bahwa di Milan hampir di se­tiap blok ada warung kopi, yang tidak ha­nya rasanya yang nikmat namun juga pelayanannya sangat ramah dan memuaskan pelanggan. Inilah ke­­mudian yang dikembangkannya ke­mudian hari di Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Ia juga menekankan layanan dengan ke­ramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Howard te­rus berekspansi hingga terus menjadi ke­dai kopi terbesar.

“Saya ingin bertanggung jawab atas takdir saya sendiri. Mungkin itu ke­­lemahan saya, yang selalu bertanya-ta­nya apa yang akan saya lakukan berikutnya. Tak pernah ada kata cukup,” ujarnya. Howard juga menyarankan siapa­­pun untuk tidak berhenti bermimpi. “Ambil risiko lebih banyak. Bermimpilah lebih sering. Gantung harapan lebih tinggi. Bersikaplah lebih bijaksana.” pe­sannya. 

Sejarah Panjang Jualan Kopi
Setelah bertahun-tahun, kini Star­bucks Corporation bisa dikatakan se­bagai perusahaan kedai kopi terbesar di dunia di 44 negara. Starbucks men­jual kopi, minuman panas berbasis es­presso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan biji kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film.
Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks banyak mem­buka kedai baru. Pertumbuhan ini terus berlanjut sampai tahun 2000-an. Pada akhir Maret 2008, Starbucks telah memiliki 16.226 kedai, 11.434 di antara berada di Amerika Serikat.

Na­mun pada 1 Juli 2008, Starbucks meng­umumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan memotong rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan melemahnya kon­disi ekonomi.
Pada tahun 1992, Starbucks se­be­narnya sudah menjadi perusahaan pu­blik yang diperdagangkan, dan memiliki 165 outlet. Pada tahun 1996, dibuka toko pertama non-Amerika Utara di Tokyo. Pada tahun 1998, diperpanjang dalam batas-batas dari Britania Raya, membeli 60 toko kopi Seattle Perusahaan dan rebranding me­reka sebagai Starbucks. Selain itu, mengambil alih Seattle’s Best Coffee, Torrefazione Italia dan Diedrich Coffee.

Akhir Juli 2008, Starbucks juga mem­­­ber­hentikan 1.000 lebih pe­ga­wainya. Star­bucks menutup lebih dari 75 per­­sen gerainya di Australia. Starbucks sen­diri sebelumnya memiliki sekitar 84 gerai di Australia. Penutupan tersebut mengakibatkan pemutusan hubungan kerja terhadap hampir 700 tenaga kerja. Selain di Australia, Starbucks ju­ga menutup sekitar 600 gerainya di AS. Penutupan dan pemberhentian kerja ini merupakan akhir dari pertumbuhan pesat Starbucks yang dimulai pada tahun 1990-an. 

Starbucks kini dapat ditemukan dibanyak negara. Tiga puluh tahun se­telah berdiri Starbucks membuka outlet pertamanya di Indonesia di Plaza Indonesia, Jakarta. 



Rabu, 25 April 2012

COCA - COLA Awalnya diproduksi dengan Klaim bisa Menyembuhkan Penyakit


Diciptakan pertama kali di bulan Mei 1886, oleh Dr. John S. Pemberton di Atlanta,  Georgia. Nama "Coca-Cola sebenarnya merupakan ide dari Frank Robinson,  yang menjadi pemegang pembukuan Dr. Pemberton, yang kemudian menggambarkannya dalam bentuk teks script yang melayang, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini.

NamaCoca-Cola sendiri sebenarnya berasal dari campuran bahan minuman tersebut yaitu stimulant cocaine, yang dicampur dengan kola nuts (yang  merupakan bahan caffeine). Percaya atau tidak, awalnya Dr. Pemberton mengklaim bahwa  ;  Coca-Cola dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk morphine addiction,  ; dyspepsia, neurasthenia, sakit kepala, dan impotensi dan dijual seharga 5cent per gelas. Pemberton terinspirasi atas kesuksesan cocawine Perancis Vin Mariani, yang dibuat oleh Angelo Mariani.


Penjualan pertama dilakukan di Atlanta, Georgia di sebuah farmasi bernama Jacob  Pharmacy pada tanggal 7 Mei 188, dan dalam delapan bulan pertama, terjual sebanyak  sembilan minuman setiap harinya. Dr. Pemberton memasang iklan pertama kali pada  tanggal 29 Mei di Jurnal Atlanta untuk produk minuman. Total penjualan yang berhasil  dilakukan oleh Dr. Pemberton pada tahun pertama sebanyak $50, namun pengeluaran  pada tahun tersebut mencapai $70, sehingga mengalami kerugian saat itu. Kini, produk  Coca-Coladikonsumsi lebih dari 834 juta per hari.

Tahun 1887, Dr. Pemberton menjual sebagian saham perusahaannya kepada Asa Griggs Candler, yang menjadikannya sebagai sebuah perusahaan berbadan hukum Coca Cola Corporation di tahun 1888. Di tahun yang sama, Pemberton menjual sahamnya kedua kalinya kepada tiga orang pebisnis, yaitu J.C. Mayfield, A.O. Murphey, dan E.H. Bloodworth.
Sementara itu, anak Dr. Pemberton, yaitu Charley Pemberton mulai menjual minuman buatannya sendiri. Hingga pada saat itu, ada tiga macam produk Coca- Cola yang dijual oleh tiga perusahaan yang berbeda, berada di pasaran.

Di tahun 1891, Asa Candler yang merupakan pemilik dari bisnis Coca-Cola yang telah dijalankannya selama lima tahun, berhasil mendapatkan $2.300, kemudian sempat mencoba beberapa jenis produk lainnya, namun kemudian menghentikan serta memfokuskan diri sepenuhnya pada minuman yang berhasil membuatnya menjadi seorang pebisnis yang sukses. Candler mendaftarkan trademark "Coca-Cola" pada kantor paten Amerika dan membayar dividen pertamanya sebanyak $20 di tahun 1893.

Candler secara pribadi selalu melibatkan diri dalam proses pencampuran setiap tetes sirup yang dibuatnya. Formula rahasia tersebut dikenal dengan sebutan "7X", dan hanya diketahui oleh beberapa rekanan yang sangat dipercaya. Dalam waktu tiga tahun kemudian, seiring dengan perkembangan dunia periklanan dan promosi saat itu, seperti penggunaan souvenir, kalender yang menampilkan gambar perempuan muda dan tidak terhitung berbagai hal yang baru, Coca-Cola berhasil menembus ke setiap negara bagian Amerika Serikat. Logo Coca-Cola menyebar dan dapat ditemukan di seluruh penjuru dinding di Amerika, yang bila dihitung secara kasar mencapai 2,5 juta kaki persegi.

Candler berhasil membuat masyarakat untuk mencoba minumannya dan mereka membelinya. Sejarah membuktikan bahwa apa yang dilakukannya benar yaitu dengan membentuk persepsi bahwa minumannya lebih dari sekadar suatu minuman bersoda. Pada saat itu juga, sebuah toko permen di Misissippi yang terkesan dengan besarnya permintaan terhadap minuman ini, mencoba membotolkan dan menaruhnya di depan tokonya. Idenya adalah seharusnya masyarakat bisa membawa minuman penyegar kemanapun mereka pergi. Tahun 1899, pembotolan skala besar dilakukan oleh dua orang Chattanooga, entrepreneur dari Tennesse, yang membeli hak untuk membotolkannya (seharga satu dollar) dan menjual Coca-Cola di seluruh Amerika Serikat. Apa yang dilakukan ini menjadi pelopor dari suatu jaringan produksi dan distribusi terbesar di seluruh dunia.

Tulisan Coca-Cola (spencerian script), biasanya disertai dengan kata "drink", mulai memenuhi sisi-sisi berbagai bangunan dan gudang di seluruh Georgia, segera setelah Coca-Cola Company terbentuk. Di tahun 1960an, saat dunia periklanan berubah dan arti lain dari periklanan mulai bermunculan,  Coca-Cola  pun mulai bergerak ke penggunaan metode-metode promosi yang lebih modern hingga kini.  
   
     Desain Botol  
  Sama populernya, botol   Coca-Cola  , yang disebut "Contour bottle" (botol berkontur) atau ada jugayang menyebutnya sebagai botol "hobble skirt" (pengikat kaki kuda) diciptakan tahun 1915 oleh seorang Swedia yang bekerja sebagai peniup gelas, Alexander Samuelson, yang berimigrasi ke Amerika tahun 1880an, yang bekerja sebagai manajer pada perusahaan The Root Glass Company di Terre Haute, Indiana, yang merupakan salah satu supplier botol  Coca-Cola .

Sehubungan dengan permintaan perusahaan  Coca-Cola , Samuelson membutuhkan waktu untuk memikirkan kemungkinan desain baru botol akibat produksi di pabriknya terhenti karena adanya angin panas. Samuelson terinsiprasi dengan kemungkinan desain baru berdasarkan bentuk kola nut atau coca leaf, dua bahan utama minuman ini. Samuelson lalu mengirimkan dua orang pekerjanya untuk melakukan riset bentuk dari dua objek tersebut, namun terjadi kesalahpahaman yang mengiring pekerjanya kembali dengan gambaran berbentuk cacao pod (kelopak biji buah coklat) sebuah bahan baku untuk pembuatan coklat, bukan  Coca-Cola .

Namun oleh perusahaan, kesalahan desain ini diterima dan botol tersebut diproduksi. Walaupun diproduksi, sungguh sulit untuk dipercaya versi ini dapat disetujui karena telah dipertimbangkan oleh banyak pihak yang berwenang.  Raymond Loewy seorang pencipta desain yang unik untuk kemasan kaleng dan botol  Coca-Cola  di tahun-tahun kemudian, saat itu masih berada di Angkatan Bersenjata Perancis pada tahun ketika botol tersebut diciptakan dan belum berimigrasi ke Amerika hingga tahun 1919. Sementara ada desainer lainnya juga pernah memberikan masukan untuk desain botol yang terinspirasi bukan dari bentuk biji coklat, tapi dari model pakaian mengembang jaman Victorian.  

   Coke  
  Pada bulan April 1985,   Coca-Cola   Corporation meluncurkan sebuah minuman yang direformulasikan, disebut dengan New Coke dengan suatu usaha pemasaran yang sangat intens untuk  mengenalkannya. New Coke hampir menjadi suatu kesalahan fatal dari suatu program pemasaran. Publik ternyata tidak menyukai formula baru tersebut dan menjadi tendangan yang sangat keras, sehingga perusahaan akhirnya memutuskan untuk kembali meluncurkan Coca-Cola dengan formula orisinalnya pada bulan Juli 1985 dengan bendera "Coca-ColaClassic." Tahun 1986, pasar New Coke hanya 3%; dan di tahun 1998, hampir tidak dapat ditemukan lagi di pasaran. Setelah itu pula, tulisan "classic" yang menyertai  Coca-Cola  mulai dihilangkan dari kemasan minuman yang kembali dalam rasa yang aslinya.