Rabu, 19 Oktober 2011

Kesan Pertama terhadap orang Berlangsung 119 Detik...!

Kesan pertama begitu menggoda, itu adalah ungkapan yang sempat terkenal beberapa tahun yang lalu. ternyata hal itu menginspirasi sebuah penelitian.

Tidak perlu waktu lama bagi seseorang untuk memberikan kesan pertama yang baik. Menurut penelitian terbaru, hanya butuh waktu kurang dari dua menit, atau sekitar 119 detik untuk membentuk kesan pertama.

Seperti yang dikutip dari Times of India, lebih dari 84 persen warga Inggris menilai seseorang pada kesan pertama. Sembilan persennya, tidak ingin mengubah penilaian mereka mengenai kesan tersebut walau sudah mengenal lebih lama.

Menurut penelitian yang dilakukan Experian Credit Expert, senyum menawan dan rambut yang bersih merupakan awal yang baik untuk mendapatkan kesan pertama yang sempurna. Penelitian yang sama juga menemukan bahwa bau mulut merupakan hal yang dapat menghancurkan kesan pertama.

"Baik saat kencan, wawancara kerja, bertemu manajer bank atau pertemuan hukum, kesan pertama dihitung dari awal perjumpaan hingga menit kedua," ujar ketua Experian Credit Expert, Peter Turner.

Menurut psikolog Linda Blair, ada empat hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan kesan pertama yang sempurna. Pertama, Anda harus menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, dan pastikan diri Anda dalam keadaan yang paling siap. Kedua, Tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan menegakkan tubuh. Menunduk hanya akan menunjukkan tingkat stres yang berlebihan pada Anda.

Ketiga, tersenyumlah! Tersenyum adalah cara paling sederhana untuk menghilangkan stres. Dengan tersenyum, kesan pertama orang lain terhadap Anda juga akan membaik. Terakhir, jangan takut untuk melakukan kontak mata. Kontak mata menunjukkan ketertarikan Anda terhadap lawan bicara

Baca artikel menarik lain tentang pergaulan, Klik di SebelahSini ya

Selasa, 13 September 2011

Barang Pribadi di kantor Menaikkan Efisiensi Kerja


PARA peneliti telah menemukan bahwa bekerja di kantor kantor tanpa sekat menyebabkan kesehatan memburuk dan membuat para tenaga kerjanya kurang produktif. Selain itu, otak manusia yang diberikan kegiatan tidak perlu, dapat teralihkan dari masalah ini.

Openspaces atau kantor tanpa sekat muncul di era 1950-an dan dengan sangat cepat jadi populer. Para ilmuwan yang dipimpin oleh ahli saraf Dr Jack Lewis telah sengaja mengukur gelombang otak dari para pekerja kantor jenis ini. 

Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil mengejutkan bahwa orang dialihkan oleh gangguan apa pun, termasuk panggilan tetangga. Suasana ketat dan konservatif dari kantor tanpa sekat tidak membantu para karyawannya untuk berkonsentrasi. Demikian yang disitat dari Genius Beauty, 

Mengenai keanekaragaman di lingkungan, percobaan telah menunjukkan bahwa karyawan bekerja lebih baik di kantor di mana seseorang dapat menemukan gambar dan bunga. Dan jika mereka diizinkan untuk mengisi ruang dengan barang-barang Pribadi mereka, efisiensi mereka akan naik sebesar 15 persen, dan kesehatan mereka akan lebih baik sebanyak 32 persen.

untuk  tahu pekerjaan apa saja yang rawan stres, Klik Disini ya

Telepon untuk Mengurangi Stres

rasanya jaman sekarang, hampir semua orang mempunyai Handphone, selain memudahkan komunikasi bisnis dan keluarga banyak fungsi lainnya, salah satunya adalah membantu meredakan stres. 

Berdasarkan penelitian yang dlakukan para ilmuwan menyebutkan, ponsel memiliki kekuatan untuk menenangkan Anda saat merasa cemas dan kewalahan. Otomatis keadaan itu juga akan membantu tubuh Anda untuk melepaskan hormon rasa senang, seperti saat setelah Anda orgasme.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Peneliti menambahkan, cukup menelepon, bukan sekadar mengirimkan pesan singkat. Seorang antropolog biologi di University of Wisconsin-Madison memimpin sebuah studi yang menemukan bahwa mendengarkan suara seseorang di telepon memiliki kemampuan menurunkan tingkat stres pendengar dan meningkatkan oksitosin (hormon cinta).

Namun, menerima SMS, bahkan dengan kata-kata sangat manis, tidak memiliki efek sama. Efek positif berbicara di telepon dalam mengurangi stres juga melebihi efek chatting, membaca pesan Facebook, dan email.

Penelitian ini dilakukan dengan memantau hubungan ibu dan anak, kekasih, dan seorang perempuan muda dengan orang lain. Meski baru merupakan eksperiman sederhana, para peneliti bersemangat menggelar studi lebih lanjut.

Oleh karenanya, jika Anda sedang merasa sedang cemas, gelisah, gugup, atau kewalahan, cobalah menelepon teman dekat atau ibu. Dan lihat, apakah cara ini mampu menenangkan diri Anda.

Fungsi Telepon yang lain bisa anda lihat Disini

Sabtu, 10 September 2011

Pemimpin Pria Lebih Disukai Karyawan


Di banyak bidang dan macam pekerjaan, lebih sering kita menjumpai lelaki sebagai atasan, direktur, atau pimpinan. memang pasti ada wanita yang menempati posisi itu, tapi jumlahnya lebih sedikit. ternyata memang secara umum karyawan lebih menyukai pria sebagai pemimpin.

Sebuah penelitian baru tampaknya mempertegas anggapan ini. Responden dari penelitian, yang terdiri atas para karyawan, memandang perempuan bos lebih temperamental dan cenderung terlibat dalam politik kantor. Perempuan cenderung moody dan senang membicarakan bawahannya kepada rekan kerja yang lain. Pendeknya, mimpi buruk deh bila punya atasan perempuan!

Penelitian yang menjaring 3.000 pria dan wanita ini juga mendapati bahwa tiga perempat pria (75 persen) sepakat bahwa mereka lebih senang bekerja untuk atasan pria. Namun hal ini ternyata tidak cuma dirasakan karyawan pria.

Dua pertiga dari perempuan yang disurvei (63 persen) mengatakan, lebih memilih bos pria karena mereka biasa to the point, berbicara langsung pada intinya, sehingga lebih mudah dihadapi. Bos pria juga tidak punya maksud-maksud tersembunyi dari apa yang dikatakannya, tidak mengalami mood swing, atau terlibat dalam politik kantor. Mereka juga lebih logis, demikian menurut 14 persen responden.

Seperempat responden perempuan menuduh bos perempuan sering menusuk dari belakang, dan membawa masalah pribadi ke kantor. Sepertiga dari mereka yang disurvei juga mengatakan bahwa perempuan yang memiliki kekuasaan sering merasa terancam oleh bawahannya.

"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan lebih mampu mengembangkan peran manajemen, ada pula yang tidak memiliki kemampuan 'kunci' yang diperlukan untuk menjadi atasan yang baik," ujar David Brown, dari firma perekrutan tenaga kerja, www.UKJobs.net, yang menggelar survei ini.

Tentu, tidak ada yang meragukan kecerdasan perempuan untuk menempati posisi senior, namun perempuan umumnya sulit didekati dan sangat kompetitif. Hal ini mungkin disebabkan karena perempuan sering kali berlidah tajam, dan sering moody akibat tamu bulanannya. Penilaian buruk lain mengenai bos perempuan adalah terlalu klik-klikan, terlalu bersaing, dan sering mengkhawatirkan penampilannya.

Meskipun demikian, penelitian ini toh juga menghasilkan responden yang "pro" dengan atasan wanita. Mereka yang memilih atasan perempuan mengatakan bahwa perempuan justru lebih mudah didekati, ramah, dan lebih mampu memahami ketika ada anak buah yang minta izin untuk merawat anak yang sakit.

Studi ini juga menunjukkan bahwa rata-rata karyawan memiliki dua bos perempuan dan tiga bos pria. Sepertiga responden pernah mengundurkan diri dari perusahaan karena tidak menyukai atasannya dan mayoritas dari responden perempuan mengaku keluar dari pekerjaan karena tidak cocok dengan bos perempuan.

Anda ingin tahu kualitas apa lagi yang dimiliki atasan pria?
1. To the point
2. Cenderung tidak terlibat dalam politik kantor
3. Mudah menalar
4. Tidak bersikap bitchy terhadap rekan kerja yang lain
5. Tidak sering mengalami mood swing
6. Bisa meninggalkan masalah pribadinya
7. Tidak mengalami gangguan "bulanan"
8. Cenderung bisa berbagi minat yang sama
9.  Tidak merasa terancam ketika yang lain lebih menonjol dalam bekerja
10. Lebih logis

dan memang beberapa Karyawan Kurang nyaman dengan pemimpin Wanita, Seperti DISINI

Jumat, 09 September 2011

Membawa Pulang Pekerjaan Kantor Terbukti Kurang Efektif...


Banyak Pekerjaan dan tugas di kantor yang belum selesai dikombinasi dengan kejenuhan suasana kantor akan memberikan ide bagi kita untuk membawa pulang pekerjaan kantor, itu sebenarnya alternatif yanng baik, walaupun ternyata lebih baik kalau tugas tersebut dituntaskan di kantor lho.

Ilmuwan Amerika Serikat telah memelajari efektivitas dari "pekerjaan kantor yang dibawa ke rumah" telah menjadi sangat populer belakangan ini. Gagasan tersebut mengacu pada jenis pekerjaan dengan karyawan yang tidak mengunjungi kantor secara teratur, tapi bekerja di rumah. 

Keuntungan dari pekerjaan kantor dengan jelas memberikan manfaat bagi kedua perusahaan dan staf. Tetapi efektivitas pembawa pekerjaan kantor di rumah dibandingkan dengan pekerjaan kantor biasa jauh lebih terbelakang. Demikian menurut para peneliti yang dikutip dari The Jurnal Psychological Science yang dikutip Genius Beauty, Selasa (1/3/2011). 

Penelitian ini melibatkan beberapa kelompok kerja ilmuwan, yang memiliki pekerjaan kantor dibawa ke rumah untuk membuat artikel, media cetak, dan pekerjaan yang berbau internet. Pekerjaan mereka dibandingkan dengan karya para ilmuwan, yang setiap hari datang ke kantor dan membuat karya mereka di kantor. 

Dalam kegiatan penelitian, penulis dianalisis lebih dari 35 ribu publikasi karya ilmiah bersama yang ditulis oleh 200 ribu para ilmuwan. Sejak beberapa nama secara tradisional digunakan untuk menandatangani surat-surat tersebut, analisis memperhitungkan seberapa jauh penulis satu sama lain adalah saat berhasil menuntastakn karya artikel. 

Para peneliti kemudian menilai popularitas artikel yang dipelajari, yaitu seberapa sering referensi mereka dibuat di kertas oleh para ilmuwan lain. Ternyata, popularitas paling obyektif telah dimenangkan oleh bahan yang telah ditulis oleh kelompok ilmuwan yang bekerja di ruang yang sama. 45 persen dari mereka disebut-sebut lebih sering menghasilkan karya dibandingkan dengan mereka yang melakukan penelitian kantor di rumah. 

Sayangnya, para penulis studi ini tidak menyebutkan betapa berbedanya hasil dari pekerjaan kantor rumah dan cara kerja konvensional di bidang-bidang lain dari aktivitas manusia. Dalam hal apapun, hasil studi ini bisa memotivasi banyak orang untuk meningkatkan efektivitas kerja mereka.

Bila sedang menghadapi banyak tugas dan pekerjaan, coba Klik metode MultiTasking DISINI ya

Banyak Pengguna Internet yang Kurang Sopan.....


Ada yang update status nyebelin di facebook, kadang kita spontan marah dan kasih komentar yang tidak kalah nyebelin. atau kita tergelitik untuk mengetik sumpah serapah di sebuah forum. Anda sering merasa begitu...?

Sebuah hasil survei yang dilakukan ICT Watch menunjukkan data yang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, sebanyak 72 persen responden yang terlibat dalam survei ICT Watch mengatakan pengguna Internet Indonesia kurang beretika ketika menyampaikan pendapatnya secara online. 

Medium yang penggunanya dianggap kurang beretika tersebut adalah Social Networking (52%) dan Chatroom (21%). Adapun medium yang penggunanya dianggap sudah beretika yakni Forum (35%) dan Wiki (28%). 

"Saat ditanyakan tentang acuan etika online yang khas (dirumuskan) oleh orang Indonesia? Mayoritas dari responden, 69% berpendapat bahwa acuan tersebut perlu tetapi belum ada hingga saat ini," kata ketua pengurus ICT Watch Donny B.U. melalui keterangannya, Jumat (9/9/2011). 

Setidaknya, hasil survei yang diikuti 475 responden di minggu pertama September 2011 ini sekilas memberikan gambaran mengenai pengguna internet di Indonesia. 

Bersamaan hasil survei tersebut, sejumlah perwakilan komunitas dari berbagai daerah dan latar belakang direncanakan akan berkumpul dan berdiskusi di Jakarta pada Jumat (16/9/2011). Para perwakilan komunitas tersebut akan merumuskan suatu draf deklarasi bersama yang dapat menjadi acuan etika online khas Indonesia. 

"Adapun konsep acara diskusi berupa focus group discussion. Yang input, proses dan outputnya dari, oleh dan untuk komunitas. ICT Watch hanya sebagai fasilitatornya saja," jelas Donny. 

Perwakilan komunitas tersebut adalah para penggerak atau penggiat di ranah online seperti komunitas blogger dari Bertuah Palembang, Wongkito Pekanbaru, Sumut Medan, Beleter Pontianak, Arumbai Ambon, Ambon Bergerak, Flobamora Ende, AnggingMammiri Makassar, Bali Blogger Denpasar, Plat-M Madura, TPC Surabaya, Angkringan Jogja, Joglo Abang Jogja, Bengawan Solo, Loenpia Semarang, dotS Semarang, Ngalam Malang, CommonRoom Bandung, BlogVaganza Bandung, Bloggor Bogor, dBlogger Depok, Amprokan Bekasi, Obrolan Langsat dan Akademi Berbagi Jakarta.

Selain itu akan ada pula perwakilan dari JalinMerapi, Karya Tuna Netra, KasKus, Relawan-TIK, Komunitas Detik, Yayasan Air Putih, Yayasan Satu Dunia, Yayasan Wiki Indonesia, Komunitas Arus Pelangi, idBlogNetwork dan gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK).

Karena keterbatasan sumber daya, maka memang tidak semua perwakilan dari seluruh komunitas yang ada di Indonesia dapat diundang untuk hadir dalam diskusi nanti. Meski demikian, diskusi akan dapat disimak secara live di Internet melalui fasilitas video streaming. Sehingga siapapun dan darimanapun yang terkoneksi ke Internet bisa mengikuti dan berpartisipasi dalam diskusi tersebut nantinya.

Diharapkan dengan keberagaman peseta pada inisiatif diskusi di atas, draf deklarasi yang akan ditelurkan nanti tidak Jakarta-sentris ataupun Jawa-sentris. Pun peserta yang dilibatkan juga berupaya menjembatani suara rekan-rekan yang heterogen, semisal dari komunitas tuna netra, LGBT dan aktifis pemberdayaan perempuan.

Adapun tujuan besar dari penyusunan draf deklarasi ini, selain agar kita memiliki acuan etika online yang adaptable, adjustable dan doable untuk konteks Indonesia, juga untuk menunjukkan bahwa nettizen Indonesia mampu mengatur dirinya sendiri (self-regulated) dalam beraktifitas di ranah maya.

Acara diskusi yang akan diselenggarakan di Hotel Harris Tebet tersebut juga akan mendapatkan pengayaan materi dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), HIVOS, praktisi hukum dan praktisi media baru. Selain itu, akan ada sesi khusus dari Google Asia Pacific yang akan berbagi tentang best practices kebebasan berekspresi online dan berpendapat di ranah maya pada sejumlah negara.

Mau tahu Fakta Lain tentang Pengguna Internet...? Klik DISINI ya

Kamis, 08 September 2011

Beberapa Bos ternyata Psikopat..!


Seorang direktur terkadang sebenarnya tidak mempunyai kemampuan manajerial, tapi karena bisa 'menutupi' hal tersebut, maka karirnya tetap bagus. bahkan yang lebih ekstrim, seorang direktur bisa saja sebenarnya adalah Psikopat lho........

Satu dari 25 pemimpin perusahaan diyakini memiliki gangguan mental psikopat dalam sebuah penelitian terbaru. Gangguan psikopat ini tidak terlihat sebab pemimpin bisnis tersebut mampu melakukan penyamaran karena memiliki daya tarik tinggi, status tinggi dan melakukan manipulasi perilaku di tempat kerja.

Dengan kondisi lingkungan yang mendukung seperti memiliki keluarga dan anak dan diperhitungkan di lingkungan sosial para pemimpin bisnis yang psikopat ini bisa hidup nyaman tanpa dicurigai.

Survei tersebut dilakukan oleh psikolog asal New York Dr Paul Babiak yang membuat pertanyaan di 111 tempat untuk mengetahui berapa banyak bos di perusahaan yang mengalami psikopat. Survei ini dilakukan bersama dengan Prof Bob Hare dari University of British Columbia Kanada. Dr Babiak dan Prof Hare mengemukakan penemuannya ini dalam program BBC "Horizon: Are You Good Or Evil?" pada Rabu, 7 September 2011.

Hasil survei menemukan hampir 4 persen pemimpin bisnis memiliki gejala-gejala psikopat dibanding dengan 1 persen dari populasi umum. Pemimpin bisnis ini adalah mereka yang mempunyai posisi di puncak perusahaan seperti presiden direktur, wakil presiden direktur dan level direktur.

"Penemuan ini cukup mengejutkan karena mereka ini adalah orang yang berada di puncak organisasi," kata Dr Babiak seperti dilansir dari dailymail, Kamis (8/9/2011).

Hasil penelitian menujukkan bahwa psikopat sebenarnya punya kinerja manajerial yang buruk tetapi mereka mampu menaikkan karirnya hingga di puncak pimpinan karena mampu menutupi kelemahannya dari atasan maupun bawahan secara baik dan menawan.

Kondisi ini kata Dr Babiak, membuat orang sulit membedakan mana pemimpin yang benar-benar berbakat dan mana yang psikopat. "Semakin tinggi jabatan seorang psikopat maka semakin tampak baik mereka terlihat dengan kharisma dan gaya bicaranya yang baik," timpal Prof Hare.

Tapi jika melihat hasil kinerja mereka yang sesungguhnya dengan tingkat produktifitas yang dihasilkan menurut Prof Hare itu sangat menyedihkan. Psikopat ini terlihat berprestasi karena mampu menggunakan pesonanya, melakukan manipulasi, intimidasi atau apa pun yang diperlukannya.

"Mereka terlihat seolah mampu menebak apa yang Anda pikirkan, dapat melihat bahasa tubuh Anda, dapat mendengarkan apa yang Anda katakan, tetapi sebenarnya mereka tidak benar-benar melakukan atau merasakan apa yang Anda rasakan," kata Prof Hare.

Faktor penting yang bisa mendeteksi psikopat adalah kurangnya empati yang mendalam yang merupakan perasaan yang umum dirasakan banyak orang. Psikopat 'berkulit' intelektual bukan emosional.

"Ini adalah orang-orang tanpa hati nurani. Mereka suka mencari sensasi, mudah bosan, dan selalu ingin suasana yang berubah karena itulah tempat yang sempurna buat seorang psikopat," kata Dr Babiak.

Beberapa psikopat secara lahiriah bersifat agresif dan destruktif, namun faktor-faktor seperti pola asuh dan pendidikan dapat membantu mereka untuk meniru rekannya dan menyesuaikan diri di tempat kerja.

Kapasitas 'psikopat yang sukses' ditampilkan pada kualitas pemimpin perusahaan yang dikagumi dan membantu mereka menaiki tangga karir dengan cepat meskipun kemampuan manajerialnya kurang memadai.

"Hal ini membuat kita hampir mustahil untuk membedakan mana seorang psikopat dan seorang bos yang benar-benar baik," kata Paul Babiak, psikolog terkemuka dari New York.

"Psikopat benar-benar bukan jenis orang yang seperti Anda bayangkan. Anda bisa hidup atau menikah dengan salah satu di antara mereka selama 20 tahun atau lebih dan tidak tahu bahwa ternyata dia adalah seorang psikopat," ujarnya.

"Masalahnya adalah, hal yang sangat kita cari dalam diri para pemimpin dimiliki oleh para psikopat, yaitu mereka dapat meniru dengan mudah. Kecenderungan alami mereka dapat menarik Anda dengan pesonanya dan menempatkannya dalam bahasa bisnis yang tepat. Terdengar seperti pemimpin yang karismatik," jelas Babiak.

Hasil scan otak terhadap psikopat seperti psikopat dalam kasus pembunuhan menunjukkan adanya ketidaknormalan di beberapa bagian otaknya seperti korteks orbital yang berada tepat di atas mata dan berada di depan lobus temporal,-- yang merupakan rumah dari amygdale yang bertanggung jawab terhadap aktifitas respons emosi seseorang. Pada psikopat, daerah otak ini rusak sehingga tidak mampu memberikan respons emosional.

Sebuah gen yang dikenal dengan nama 'warrior gene' juga dikaitkan dengan tingkat kekerasan dan sifat agresif dalam merespons sebuah provokasi yang sangat umum terjadi pada seorang psikopat.

jadi waspada bila atasan anda berkelakuan 'unik',apalagi kalau sangat menjengkelkan, seperti DISINI